Senin, 27 September 2010

Menentuan Jarak Tanam dan Pemancangan (Pengajiran) Kelapa Sawit

1. MENENTUKAN JARAK TANAM

Intensitas cahaya matahari yang optimum yang diperlukan oleh tanaman bervariasi menurut jenis tanamannya. Intensitas,kualitas dan lamanya penyinaran merupakan salah satu yang mempengaruhi terhadap pertumbuhan morfologi. Tanaman yang terlindung pertumbuhannya akan meninggi (otiolasi),habitusnya rendah dan lemah. Jumlah daun sedikit dan bunga betina berkurang.
Populasi per hektar yang terlalu padat lama kelamaan produksinya akan menurun, karena selain kompetisi dalam pengambilan unsur hara juga terjadi tumpang tindih pelepah sehingga intensitas dan kualitas sinar matahari yang diterima kurang optimum dan ini mengurangi luasan asimilasi (fotosintesis).
Dengan demikian maka pengaturan jarak tanamamatlah penting. Untuk kelapa sawit jenis Tenera D x P populasi per hektar = 143 pokok, semula merupakan jarak tanam yang optimum, namun ternyata dari hasil percobaan para ahli dari Marihat pada umur 8 tahun pelepah sudah mulai over laping dan pengaruh terhadap perkembangan produksi.
Untuk mencegah dan mengatasi timbulnya pengaruh intensitas dan kuantitas sinar matahari maka diperlukan jarak tanam dan arah barisan tanam. Jarak tanam pada kelapa sawit pada umumnya dibuat segitiga sama sisi (triangular). Sedangkan arah barisan tanaman mengarah dari Utara ke Selatan sehingga pendistribusian sinar matahari dari arah timur cukup banyak untuk setiap tanaman.

2. RUMUS MENCARI POPULASI/HA.

Untuk mencari populasi/ha digunakan rumus sebagai berikut :

Populasi/ha = 10.000 m2 : (a x 1/2 a√3)

Keterangan :
a = jarak tanam

3. PEMANCANGAN (PENGAJIRAN)

Untuk mendapatkan letak dan barisan tanaman yang teratur terlebih dahulu diadakan pemancangan areal. Pemancangan pada areal yang rata jarak antara barisan dan dalam barisan sesuai dengan jarak yang sebenarnya. sedangkan untuk areal yang berbukit dan berkontur arah barisan mengikuti arah kontur yang ada dan jarak antara barisan adalah proyeksi jarak antar barisan.

Peralatan Pancang

Sebelum dimulai pemancangan terlebih dahulu harus mempersiapkan alat-alat pancang :
~ Kompas atau theodolite untuk menentukan arah
~ Ajir/bambu/kayu panjang 2 meter, 4 pancang/Ha
~ Anak pancang ukuran 1- 1,5 meter dan diikat plastik putih
~ Tali panjang 100 m yang telah diberi tanda jarak tanam dan jarak antar barisan

Cara memancang

• Areal Rata
- Buat patok hektaran 100 m x 100 m (1 Ha)
- Buat patok induk tanaman dengan arah Utara-Selatan dan Timur-Barat dengan menggunakan tali yang telah diberi tanda
- Jarak Timur-Barat tergantung jarak tanam yang diinstruksikan (misal 7,97 m) untuk jarak tanam segitiga sama sisi 9,2 x 9,2 x 9,2 m
- Jarak Utara-Selatan misalnya 9,2 meter
- Bila luas per blok 25 ha dengan panjang blok 500 m/7,97 m = ± 62 pokok,sisanya 7 meter untuk jarak dari pinggir blok masing2 7/2 = 3,5 m
- Arah Utara-Selatan = 250 m/9,2 meter = 27 pokok, sisanya 1 meter. Sumbu dari pinggir blok (jalan/parit) 1/2 = 0.5 meter. Artinya pancang pertama dari batas blok (jalan/parit) dari arah U-S berjarak 0.5 meter dan dari batas blok T-B 3.5 meter
- Karena jarak pancang cukup panjang maka dipakai pancang pembantu dulu setengah dari jarak tanam tersebut (pancang mati) dan pemancangan dibuat skala kecil terlebih dahulu (1 Ha) sesuai menurut arah mata lima, kemudian diteruskan ke seluruh areal

•Areal Berbukit dengan sistem kontur
Jarak antar kontur merupakan proyeksi dari jarak antar barisan ada bukit tersebut. Sedangkan jarak dalam barisan sedapat mungkin tetap sama dengan jarak dalam barisan sebenarnya. Jika tidak memungkinkan karena perbedaan kemiringan maka jarak dalam barisan adalah jarak proyeksi.

Tenaga Pemancang

Pemancangan sebaiknya dilakukan oleh team khusus yang telah berpengalaman ataupun minimal harus dilatih terlebih dahulu. Satu team pemancang minimal terdiri dari 5 orang.
~ 1 orang tukang teropong
~ 1 orang tukang pancang
~ 2 orang tukang tarik tali
~ 1 orang bawa pancang
Kapasitas memancang per/ha pada umumnya ± 1,5 hk/ha atau 3 ha untuk tiap team/hari kerja.

2 komentar:

  1. Mas Viqi. Saya tertarik menanam sawit varietes PPKS D x P 239. Dibrosur saya baca panjang pelepah 6.5 m. Berapa jarak tanam yang ideal ?. Terimakasih

    BalasHapus
  2. mas viqi, mengapa rumus populasi yang di pakai 10.000 m2 : a x t ?
    bukankah 10.000 m2 : 1/2 a x t? mohon penjelasan nya?

    BalasHapus